Lagi – lagi aku kehilangan kata tuk menggambarkan bagaimana kekagetan ku atas kenekatan Israel pada iring-iringan Gaza Freedom Flotilla. Kalimat yang terlintas saat itu hanya satu lagi pikiran buruk tentang “US punya agenda penting apa yang membuatnya merasa perlu memakai tangan Israel untuk mengalihkan perhatian dunia ke atas geladak kapal Mavi Marmara?” Sejauh ini belum ada jawaban pasti atas suudzon ku itu…tapi ada satu jawaban yang pasti tentang bagaimana akhirnya US dan skutu Israel memposisikan diri terhadap pembantaian di Senin dini hari itu.
Puihhh….aku tak lagi ingin membahas tentang bagaimana brutalnya pasukan Israel menyerbu Mavi Marmara atau bagaimana bodohnya logika wacana yang dipakai Israel sebagai upaya counter media atas peristiwa penyerangan itu, tapi aku justru tertarik melihat reaksi kelompok-kelompok muslim atas peristiwa Senin dinihari itu. Pasti…sebagian besar dari kelompok muslim akan mengecam dan mengutuk tindakan Israel tersebut, tetapi anehnya (atau tepatnya…lucunya) ada juga kelompok muslim yang justru menganggap iring -iringan Gaza Freedom Flotilla adalah sebuah upaya dunia untuk menginjak – injak ekstistensi Israel sebagai sebuah negara merdeka? Ha??? Aku antara menahan tertawa dan mengumpat atas kebodohan nurani yang sudah menyelimuti logika berfikir mereka….
It’s not about religion anymore, man! It’s not abt Jesus or Mohammed…or Jews and moslem….
It’s abt hunger…life and humanity…
Tidak ada bahasa di dunia ini yang menyatakan bahwa memotong kebebasan hidup kelompok manapun adalah sebuah pembelaan diri. Dan tidak ada agama apapun didunia ini yang menyeru umatnya untuk membuat umat yang lain mati dalam kelaparan dan kebodohan…
Dan tidak ada Tuhan manapun yang menyatakan bahwa penindasan atas umat manusia adalah sebuah kebenaran.
Gara Freedom Flotilla bukan diprakarsai oleh seorang muslim. Huwaida Arraf adalah seorang kristen warga negara Israel dan suaminya Adam Saphiro sseorang Yahudi juga warga negara Israel. So, it’s not abt What’s ur faith anymore…it’s more than it!
Disudut umpatanku buat sekelompok orang dungu yang mengaku pintar itu….kutemukan sebuah laman dari seorang gadis Whasington yang meninggal 7 tahun lalu dalam usia 23 tahun…oleh lindasan Buldoser Israel akibat upayanya membela satu keluarga Palestina yang tak dikenalnya di Gaza. Rachel’s Corrie.
Tak banyak yang ingin kuceritakan tentang seorang Rachel….toh dunia sudah melihatnya sendiri. Namun melihat bagaimana orasinya di hadapan orang banyak tentang “humanity”…tentang kasih sayang…membuatku terhenyak…karena pidato itu dibuat oleh Rachel kecil yang berusia 10 tahun….
Sebuah puisi yang dibuatnya ketika dia berada di kelas 5 SD…membuatku tergelitik…andai semua orangtua mampu mendidik anaknya hingga memiliki sensitifitas sedalam itu tentang arti kemanusiaan…mungkin dunia ini tidak se-sakit sekarang. Mungkinkah?
(Puisi ini bisa dibaca langsung disini)
Fifth Grade Press Conference on World Hunger
By Rachel Corrie, aged 10 — 1990
I’m here for other children.
I’m here because I care.
I’m here because children everywhere are suffering and because forty thousand people die each day from hunger.
I’m here because those people are mostly children.
We have got to understand that the poor are all around us and we are ignoring them.
We have got to understand that these deaths are preventable.
We have got to understand that people in third world countries think and care and smile and cry just like us.
We have got to understand that they dream our dreams and we dream theirs.
We have got to understand that they are us. We are them.
My dream is to stop hunger by the year 2000.
My dream is to give the poor a chance.
My dream is to save the 40,000 people who die each day.
My dream can and will come true if we all look into the future and see the light that shines there.
If we ignore hunger, that light will go out.
If we all help and work together, it will grow and burn free with the potential of tomorrow.
Filed under: Islam, Life, Palestine | 10 Komentar »





