Perjalanan

Bismillaahi Arrahmaan Arrahiim….

Alhamdulillah…
Akhirnya ada sejenak waktu yang memberiku kesempatan untuk sekedar melongok lamanku ini, setelah 3 minggu lebih kutinggalkan. Lagi-lagi…dengan alasan pekerjaan…klise. Tapi ada sebuah alasan besar yang membuatku enggan untuk bersentuhan dengan dunia maya…peristiwa tak terduga di dunia maya yang berimplikasi pada dunia nyataku.

Baca selebihnya »

Menjawab Catatan Perjalanan Luthfie ke Israel (Bag.2)

Karen Amstrong, pakar lintas agama yang pernah mengajar Studi Agama Yahudi, menuliskan bahwa fundamentalisme ala Yahudi sebenarnya telah muncul sejak abad 15, sebagai bentuk upaya pembelaan diri akibat perasaan terancam yang muncul oleh modernitas komunitas Kristen Barat, sehingga masyarakat Yahudi mulai mengenal tindakan terorise atas nama Tuhan. Francois-Marie Voltaire, dalam Dictionnaire Philosophique, menyebut kaum Yahudi sebagai bangsa yang sangat bodoh karena menggabungkan antara kesengsaraan, takhayul dan kebencian terhadap semua negara yang menerima mereka. Baron d’Holbach, salah seorang ateis Eropa, menyebut kaum Yahudi sebagai “musuh umat manusia”. Kant dan Hegel menganggap Yahudi sebagai agama yang bertentangan dengan rasionalitas. Sedangkan Karl Marx, meskipun sebenarnya dia sendiri adalah seorang keturunan Yahudi, berpendapat bahwa kaum Yahudi lah yang bertanggung jawab terhadap kapitalisme yang menjadi biang penyakit ekonomi di dunia.

Baca selebihnya »

Menjawab Catatan Perjalanan Luthfi ke Israel (Bag.1)

Satu pekan yang lalu, suami ku bercerita tentang sebuah tulisan Luthfie Asyaukani (JIL). Isinya tentang catatan perjalanannya ke Israel memenuhi undangan pemerintah negeri itu. Ketika suamiku menunjukkan tulisan itu, aku sempat ragu, benarkah ini tulisan Luthfie? Kok naif sekali! Suamiku berusaha meyakinkan bahwa itu benar-benar tulisannya karena dia bisa melihat sebuah benang merah di sana. Dengan setengah tak yakin, aku googling..dan ternyata benar! Di situs JIL, faith freedom dan bahkan aku sempat terdampar di beberapa blog saudara-saudaraku di wordpress. Semua persis menulis nama Luthfie Asyaukani di bawah catatan perjalannya yang “aneh abis”.

 

Aku tak perlu menggunakan dalil-dalil ilmiah untuk mentertawakannya, karena dengan keterbatasan ilmu yang kumiliki saja, sudah banyak tanda tanya yang muncul dari pengakuan dan “pelacuran agama” yang dibuat seorang Luthfie. Huruf merah di bawah ini merupakan kutipan yang saya ambil dari catatan perjalanannya. Tulisan Luthfie Asyaukanie selengkapnya bisa dibaca di blog Musa Kazhim.

 

***

 

Luthfie…

Membaca catatanmu, aku sudah bisa melihat kemana arah yang ingin kau bidik. “Saya kira, siapapun yang menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang Israel dan orang-orangnya” Orang bodoh pun akan bilang bahwa sejak awal ketika kau masih di Singapore, kau telah memiliki keberpihakan pada Israel. Lalu untuk apa kau berkata: Ketika transit di Singapore, seorang diplomat Israel mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu, karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira)” Kata-katamu justru menunjukkan bahwa kau bukan orang yang konsisten. Kata-katamu tak bisa dipercaya dan terlalu naif. Kau sedang berusaha bermain dalam sandiwara watak, yang ingin menutupi wajah aslimu dengan kata-kata apik yang memuakkan. Lagipula Luthfie, alangkah bodohnya dirimu jika berharap akan melihat tank-tank Israel melindas anak-anak Palestina. Kau akan berkunjung ke Israel…bukan Palestina. Sedangkan tank-tank Israel itu meluluhlantakkan nyawa anak Palestina di Gaza, dan Gaza terletak di Palestina…bukan di Israel. Di Israel yang akan kau temui justru orang-orang yang menonton tank-tank itu melindas anak-anak Palestina, seperti mereka sedang menonton tokoh-tokoh kartun Walt Disney.

Baca selebihnya »

Kata Orang…

Kata Orang…

“Jangan menikah dengan pria Jogja!

Karena kerjaannya tiap hari cuma bercengkrama dengan  perkutut alias malas cari uang”

Tetapi tetanggaku, pria jogja, seorang tukang becak yang bisa menyekolahkan anaknya sampai sarjana

 

Kata orang…

“Jangan menikah dengan wanita dari Jawa bagian Barat!

Karena bisanya cuma dandan dan morotin harta suaminya”

Tetapi tetanggaku seorang wanita sukabumi yang cantik, janda, yang rela meninggalkan pekerjaanya untuk merawat anak-anak dan ibu mertuanya.  

 

Baca selebihnya »

Lelucon dari KPU

Semakin mendekati April 2009, lelucon politik semakin kelihatan menjadi-jadi saja. Dari hadirnya para pahlawan kesiangan yang tiba-tiba saja muncul dimana-mana sampai bahasa-bahasa diplomasi yang dibuat parpol yang dari hari ke hari kelihatan semakin memuakkan.  Dari sekian banyak lelucon (atau pembodohan?) politik ini, dua diantaranya  datang dari KPU selaku penyelenggara pemilu, yang membuat saya semakin pesimis akan kelancaran pesta demokrasi (katanya lho!) 2009 nanti. Baca selebihnya »

“We Will Not Go Down” (Song for Gaza)

Rabu pagi, 15 Januari 2008. Lelah ini tak juga hengkang dari badan dan pikiran. Pekerjaan yang maraton plus mobile di tengah cuaca yang tak menentu, memaksaku tak memiliki sedikit waktu tuk rehat. Virus influenza nampaknya sudah mulai menjangkitiku. Sebuah indikator bahwa daya tahanku sedang jatuh. Pikiran ini bertambah tak bersemangat setiap kali kubaca sms dari rekan-rekan tentang semakin kacaunya Gaza. Baca selebihnya »

Dibalik Serangan Israel

Memasuki hari ke-9 pembantaian Israel terhadap warga Palestine, Israel mulai masuk ke jantung Jalur Gaza melalui darat dan bisa diduga, semakin banyak warga sipil yang akan berjatuhan. Meski telah 485 orang tewas, 80 diantaranya anak-anak, dan melukai 2.500 warga Palestina, Ehud Barak tetap saja kukuh pada pendirian untuk tidak menarik pasukannya dari jalur Gaza. Dengan satu alasan, membalas serangan roket Hamas yang telah menyengsarakan rakyat Israel.

 

Benarkah?

Baca selebihnya »

Hari Ibu dan Kekerasan Kepada para Ibu

Senin pagi, 22 Desember, pukul 06.15 WIB. Aku masih berkutat dengan pekerjaanku yang sudah terkena deadline. Huahmm…ngantuk banget. Baru 3 jam aku memejamkan mataku dan aku tak punya cukup waktu lagi untuk meneruskan tidurku. Pekerjaan ini benar-benar memaksaku untuk tetap berfikir dan terjaga.

 

Baca selebihnya »

Soeharto Sang “Guru Bangsa”??? (Diskusi Para Sahabat)

(Perdebatan tentang gelar “Guru Bangsa” oleh PKS bagi seorang Soeharto ternyata menjadi sebuah bahan diskusi yang menarik bagi banyak kalangan, mengingat segala track record yang dibuatnya di masa kekuasaan 32 tahun. Pro kontra pun bermunculan. Tak terkecuali tuduhan “antek Soeharto” terhadap PKS yang dikenal sebagai partai yang kukuh memegang idealisme tentang moralitas. Ide untuk mengangkat tema ini muncul dari seorang sahabat lama yang menyapa di kedua blog saya. Jujur, lontaran itu mengingatkan pada respon pertama saya ketika melihat iklan itu tayang perdana di televisi. Jengkel, gemes dan tentu saja sebuah tanda tanya. Bahkan suami saya sempat mengirimkan sebuah sms sebagai bahan diskusi kepada salah seorang sahabatnya yang seorang anggota DPRD.

 

Posting kali ini bukan murni tulisan saya, tapi berasal dari comment dari sahabat-sahabat saya yang mendiskusikan topik ini di blog saya (http://yennioctarina.wordpress.com). Meski comment  yang diberikan agak nggak nyambung karena di posting di artikel yang judulnya blas nggak ada hubungannya dengan Soeharto, tetapi saya merasa diskusi ini adalah sebuah bahan yang sangat sangat menarik. Sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas kesediaan kedua sahabatku yang telah memberikan comment di blog saya, maka saya rangkum comment mereka dalam posting kali ini. Dan saya mengundang semua sahabat dan rekan-rekan yang lain untuk bergabung dalam diskusi ini….menjadi sebuah kehormatan bagi saya untuk menerima sebuah opini dari Anda tentang tema ini.  

Diskusi ini selengkapnya bisa Anda lihat di: http://yennioctarina.wordpress.com/2008/12/02/kejanggalan-teror-mumbai/#comments

Baca selebihnya »

Kejanggalan Teror Mumbai

           Saya tak akan bertutur tentang brutalnya teror mumbai yang mengakibatkan 195 nyawa tercabut dan 200 an orang terluka dalam insiden akhir November itu. Karena saya yakin, pada titik ini, Anda dan saya ada dalam posisi yang sama untuk mengutuk aksi itu (meskipun kadang kutukan seorang manusia tidak memberikan dampak apapun).

Baca selebihnya »