Kata Orang…
“Jangan menikah dengan pria Jogja!
Karena kerjaannya tiap hari cuma bercengkrama dengan perkutut alias malas cari uang”
Tetapi tetanggaku, pria jogja, seorang tukang becak yang bisa menyekolahkan anaknya sampai sarjana
Kata orang…
“Jangan menikah dengan wanita dari Jawa bagian Barat!
Karena bisanya cuma dandan dan morotin harta suaminya”
Tetapi tetanggaku seorang wanita sukabumi yang cantik, janda, yang rela meninggalkan pekerjaanya untuk merawat anak-anak dan ibu mertuanya.
Kata orang…
“Jangan minta sumbangan sama orang Padang
Karena pelitnya minta ampuun”
Tetapi kemarin kulihat sebuah keluarga Padang yang sederhana, menyumbangkan sepetak tanah di sebelah rumahnya untuk pembangunan masjid yang tak kunjung ada di kampung.
Kata orang…
“Jangan bergaul dengan orang Papua
Nanti kamu ketularan jorok dan tidak punya sopan santun”
Tetapi kemarin aku bertemu seorang pemuda papua yang sedang membantu seorang nenek menyebrang jalan. Dandanannya rapi…
Kata orang…
“Jangan bergaul dengan orang betawi
Nanti kamu ikutan jadi bego dan nggak bisa maju”
Tetap dulu aku punya teman kuliah yang pintar, cum laude, IPK nyaris 4. Dia sangat konsen berfikir bagaimana caranya agar masyarakat di pedesaan bisa mendapat akses pendidikan yang baik.
Ah…capek jika kuharus mendengarkan kata banyak orang
Banyak melesetnya
Bukannya tak mau belajar dari sejarah atau pengalaman
Tetapi nampaknya aku hanya percaya pada kesimpulanku…
Bahwa segala sesuatu yang bisa membedakan manusia satu dengan yang lainnya
hanyalah HATI…segumpal darah dalam setiap jiwa manusia
Jika indah hati nya…maka akan indah pula akhlak nya
Jika buruk hati nya…maka akan buruk pula perangainya
Tak perduli mau darimanapun dia berasal….
Karangploso, 7 Februari 2009






Setuju mbak… kadang emang kita seringnya terjebak dengan hal gak logis yang akan “mempersempit” kita.Salam kenal mbak…
Yenni says:
Setuju..
Salam kenal juga mbak Ajeng
Makasih dah mampir:)
kata orang dengerin hati mu sendiri, untuk bisa bijak menilai orang…
Yenni says:
He he…sepakat!
Pa kabar, bro?
Jogja akhir2 ini hujan terus ya…
tiap orang kan punya pandangan berbeda sesuai dengan cara pandang masing masing
belum tentu sesuai dengan kenyataan yang ada
Yenni says:
Itu dia…
Justru karena beraneka ragamnya pandangan orang itu, maka setiap manusia seharusnya memiliki filter sendiri, memiliki parameter yang menjadi sebuah acuan bagaimana mereka memandang sebuah fenomena dan realitas hidup. Filter yang membuat manusia tidak seperti bunglon dan seperti air di daun talas. Filter itu saya sebut dengan HATI…(saya kutip daris ebuah hadist dengan kalimat hampir serupa dengan artikel di atas, paragraph terakhir)
Bagaimana kalau jangan menikah dengan perempuan yogya dan menikahlah dengan lelaki batak? hahahahaha ….
tp tulisannya bukan karena nyesel dengan misuanya yang sekarang bukan? hihihihihihi….
Yenni says:
Wakakak…
Haiyaaaa…
Suamiku orang jawa timur, bro …dan aku orang Palembang tulen
Pas mau nikah, ada tetangga suamiku bilang: “Wah jangan nikah ma orang Palembang…bangkrut, tahu! Buat ngelamar aja mesti kasih tebusan ke ortunya”
Ha ha ha…dasar…dasar!
Menikah dengan perempuan Jogja dan laki2 Batak?
Nah itu dia bro Nirwan…nampaknya dirimu ditakdirkan menikah dengan orang Jogja..ha ha
Kembalilah ke tanah perantauanmu…siapa tahu jodohmu memang di sini
(Dasar provokator ni)
Ah….siapapun dia..dan darimanapun…hati itu tetaplah yg lebih penting. Bukan begitu? (awas kalau dijawab bukan…! )
Seperti soulmate ku sekarang…
Kalau kudengarkan kata-kata tetanggaku maka kutak kan jadi memilikinya
Tetanggaku dulu bilang “Jangan menikah dengan orang Jawa Timur…kalo lagi marah senengnya nyantet”
Wakakak
mhh…kayak pengalamanku dulu sebelum menikahi wanita sumatera.
mirip. persis….sayangnya ketika kujalani semua itu tak terbukti. malah berbalik 180 derajat.
Yenni says:
Berbalik ke yang lebih baik, bukan?
Makasih dah mampir, mas Icang
salam…
pa kabar mba yenni… udah kangen banget pada temen2 smua nih… hamdulillah sekarang udah nyampe dirumah…
“kata orang” dan “mitos” adalah dua hal yang terkadang membuat manusia ragu untuk melangkah… dan juga terkadang membikin manusia terobsesi dari hal tersebut!!! lalu bagaimana kita mensikapinya? betul kata mba yenni [hiks... kata orang juga yah?!] hati nurani kitalah yang akan menentukan setiap langkah dalam kehidupan kita
Yenni says:
Walaikumsalam….
Hayo…yang habis tour de Cairo…mana oleh2nya?
Cerita gih…ketemu cleopatra gak? Halah…ngelantur lagi neh xixixiix
Betul bro…nampaknya hati yang bisa jadi kuncinya..nah…untuk mengujinya…silahkan dicoba sendiri he he he
Miss u too, bro
kata orang nih mba… ngeblog itu bikin ketagihan yah…??? [hiks... kata orang lagi
]
Yenni says:
Setuju!!!
Sebab tagihan internetku sudah mulai jebol, sekarang wakakakak
sorry niih… mumpung lagi musim hujan… tapi bukan hujan duit loh… hiks… hujan koment maksudnya
jadi sekalian hatrick… gpp yah mba!!!
kabuuurrr…… takut kena penthung…
Yenni says:
Ha ha ha ha….
Jadi top comment deh bro…
bisa mbak kirimnya di http://ibsn.web.id –> untuk periode blog award yang ketiga aja… pebruari-maret… ato mau nulis untuk blogsite IBSN? boleh… ntar kasih saya tak lihatnya
Yenni says:
Walah Pak…..kalo mau ngisi blogsitenya IBSN..nggak pede, lagi….
Ikut yang februarimaret aja deh Pak
Syukron, Pak Heri
saya setuju dgn komennya mbak Ajeng.
slmt siang,mbak
Yenni says:
Selamat siang, mas Andra…
Pa kabar? Lama tak terdengar kabarnya
Makasih sudah mampir
Betul mbak Yenni hati memang yang menentukan pola pikir manusianya bukan dari asal usulnya…..
Salam…..
Yenni says:
Sepakat…setuju…
Makasih dah mampir, mas Han
bismillah….
mampir numpang lagi…tetangga…
wah..wah…amatlah perhaitian juga yak ma kata orang….he…tapi yang terpenting…antum dah dapetkan soulmate yang insyaAllah dapat membimbing ke jalan yang Allah redha….
mari kita lihat dan pandang manusia dengan ketentuan yang telah ALlah tetapkan…
he…memang, kalo kita ikuti kata banyak orang, terkadang kita kan terkungkung dengan pernyataan mereka…
wallahu a’lam…
Yenni says:
Betul bro…
Sebenarnya, Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut ada tujuannya….agar manusia lebih banyak mendengar daripada bicara.
Masalahnya, tidak semua yang didengar itu memang layak didengar. Dibutuhkan sebuah filter untuk memilah mana yang layak untuk diteruskan jadi makanan jiwa dan mana yang cukup diketahui saja. Filternya adalah hati, dan baik buruknya hati bersumber dari keimanan kita…
Tentang soulmate…amiin
Semoga beliau tetap istiqomah dan selalu sabar membimbing istrinya ini
Bukankah..
perkataan Tuhanlah yang Maha Benar.
yang telah menitipkan HAT kedalam kita supaya berkata ia dengan kebenaran.
Salam kenal.
Yenni says:
Yup….kata Nya satu-satunya yang mutlak tak terbantah kan
Salam kenal juga bro Firdaus
Makasih dah mampir
.: Kata Orang, “Jangan pernah dengar kata Orang, apalagi Orang-Utan. Lebih baik kau dengar kata Orang-tua mu dan dengar Kata Hatimu” :.
Yenni says:
Wekekekek….
sepakat!
.: Tuker link ya yen ?:.
Yenni says:
Ok bro Roy…
Makasih
nah ini.., ini yg saya maksud dg mitologi dan legenda. dua hal itu hanya masa lalu dan cuma jalan di tempat. artinya orang2 yg masih mengagungkan dogma2 tsb juga akan jalan di tempat, sementara waktu berjalan terus, selalu berubah. just follow your heart, and you’ll find the answer..
Yenni says:
Dan nampaknya banyak masyarakat kita yang masih belum “keluar” dari “perjalanan di tempatnya”, kang Deni.
Yang membuatku terkadang miris, kaum berilmu pun seringkali terjebak dengan hal-hal mitos seperti ini
Bukankah seharusnya kewajiban untuk memberikan pencerahan itu ada di pundak para orang-orang berilmu itu?
Hm…kompleks juga ya kang?
Kata orang membuat Nasrudin Hoja harus menggendong keledainya sendiri, hehehe…
Yenni says:
Wakakakka
Pa kabar, riel?
Ya… Ya… Ya…
Jodoh itu emang seperti bayangan!
Kalau dikejar-kejar, eh dia ikut lari..
Kalau kitanya diem, eh ikut diem juga…
Kul: Allahumma tu’ti almulka mantasya..
Ya Allah, berikanlah atas kekuasaanMu bahwa dialah yang terbaik untuk-ku.
Visit: http://www.putrapurnama.wordpress.com
Yenni says:
Amiin summa amiin…
jangan lupa undangannya ya bro
namana ju9a kata oran9 buuu..:)
yan9 tak semuana benar,
jadi abaikan sajah heheh..
Yenni says:
He he…
jangan diabaikan…sayang, kadung udah didengarkan
daripada diabaikan, mending di telusuri, kenapa ya kok orang2 pada ngomong gitu
He he
Makasih dah mampir, mbak Wiend
kata orang jangan ke blog saya ntar ketularan gokil dan hetrik2an ke blog orang laen
nyatanya memang bener
haduh kok jadi gini
Yenni says:
wakakaka…
Kata saya…sering2 aja ke blognya Pak Heri…biar ketularan pinter nulis
Hehehe…. sebenarnya penyakit yang sangat berbahaya untuk orang-orang jaman kita ini ya… penyakit “Kata Orang” ini bunda.
Gara-gara penyakit ini, kita jadi orang yang super aneh karena selalu memandang orang dengan praduga negatif terus. Ragu dan memandang sinis meski belum melalui pembuktian. Padahal kan segala sesuatunya nggak bisa digeneralisir toch?
Saya punya ungkapan terbalik ni bun,
Kata orang….
“Menikah dengan orang bule itu enak, selain kaya juga fisiklynya oke punya,
Tapi beberapa kasus malah menyengsarakan abis-abisan. Selain nggak ditinggalin harta karena kebanyakan bule-bule itu cuma numpang hidup dengan artis-artis Indonesia, anakpun diboyong ke luar negeri gara-gara punya status non WNI. Apes nian ya…
”
Yenni says:
He he he…betul…betul…
pandangan-pandangan spt itu spt dogmasi yang menyesatkan ya mbak?
don’t judged a book by its cover, saya rasa itu lebih baik
Yenni says:
Betuul
Sangat menyesatkan,mbak:)
Makasih udah mampir
sudah berjam-jam aku keasyikan baca postingan2 di blog ini… keep writing ^_^ …. eehhh tiba2 playlistku muter lagunya Titi Kamal yang berjudul Mars Pembantu… gini nih liriknya….
Kata orang diatas bumi,
kita semua sama.
Kata orang di mata Tuhan,
tidak ada miskin dan kaya.
Katanya… Katanya ….
Kalau memang benar begitu.
Kenapa nasibku jadi babu.
Kerja apapun ku tak malu.
Tapi hidup kok nggak maju-maju.
Celana .. cuma punya satu…. dst… kok malah jadi nyanyi… hehehehehe…
Yenni says:
Wekekeek…
Di Kairo ada lagunya Titi Kamal ya bro
setuju setuju soal hati asal punya iman dan diamalkan insyaallah darimanapun jadilah kalau nurutin kata orang gak akan ada habisnya padahal kan kita diciptakan berpasangan ya mba
Yenni says:

Bukankah hati adalah cerminan iman, mbak?
He he
Pa kabar mbak Dini? Lama nggak ketemu ya…
Lama nggak maen ke VALID ya
Salam buat Shifa..
Makasih udah mampir mbak
kl lg marah senengnya nyantet…. wahahahahahahaha ampon … ampon
Yenni says:
Wakakak…sssstttt….ini rahasia lho
Setujuuuu !!! gak usah ngikut kata orang..Kadang memang semuanya disama ratakan.
Padahal yang namanya karakter mah aku pikir tergantung personal nya dan lingkungan dia dibesarkan bukan karena kesukuan kok.
Bukti tambahan, Temen-temenku yang dari jogja jauh dari kata malas, malah paling rajin bekerja dan gigih (10 jempol dehhh)
Terus aku, cewek sunda asli (bukan maksud membela diri) gak ada tuh kamus morotin suami, yang ada ikut jumpalitan untuk membuat keluarga sejahtera kok (kalo gak percaya, nikahin aja aku, nanti terasa…mauuuu? wa kak kak..bercanda..)
Terus lagi temen kuliahku dulu orang papua, namanya Lambertus Ulim (duhh kangen sama tuh anak..).. gak jorok kok malah dia rapih dan nikahin seorang Bidan.
So… lupakan kesukuan, gak musim lagie kaliee…:)
Yenni says:
Sepakat mbak!
Assalamu’alakum….
Boleh juga tuh…
Kan baru katanya…
Tapi sejarah juga kan katanya… hehe
Lam’s kenal aja yach teh…?
Yenni says:
Lam kenal juga, kang ujang
Makasih dah mampir ya
memang kita tidak bisa menyama ratakan orang hanya lantaran daerah asal nya
Yenni says:
Yup, sekapat!
Terima kasih sudah mampir, mas Artha….
Kalo ngikutin “kata orang” mulu, bisa berabe sendiri nantinya….
Btw, salam kenal ya….
Yenni says:
Betul bro..urusan jadi gak selesai2 kalo denger kata orang:D
Salam kenal juga….makasih dah mampir
kok gak ada, “kata orang: jangan menikah dengan orang banjar, nanti dijadikannya kau istri tertua, atau istri kedua, atau istri ketiga, atau…”
hehe… lam kenal
Yenni says:
He he he…boleh tuh ditambahkan bro
Lam kenal juga…makasih dah mampir
Karena 1 lawan banyak orang.. tentu menang yang banyak orang
Yenni says:
Waduh..kalo yang banyak orang ngomongnya ngawur…masak tetep menang yang ngawur
Agree.
Itulah “kata-kata”….
kata orang…kata si anu…..kata dia…..katanya….
yaah, kata orang tua (minjem kata niy – red) dulu itu banyak orang indonesia mati gara2 “katanya”…
seperti…tetangga orang tuaku yang dihukum mati sekeluarga karena katanya adalah PKI.
hii…kata “katanya” sungguh bagaikan pisau bermata dua.
Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan, kearifan dalam melihat segala hal.
salam
Yenni says:
Abslolutely agree!