Menjawab Catatan Perjalanan Luthfie ke Israel (Bag.2)

Karen Amstrong, pakar lintas agama yang pernah mengajar Studi Agama Yahudi, menuliskan bahwa fundamentalisme ala Yahudi sebenarnya telah muncul sejak abad 15, sebagai bentuk upaya pembelaan diri akibat perasaan terancam yang muncul oleh modernitas komunitas Kristen Barat, sehingga masyarakat Yahudi mulai mengenal tindakan terorise atas nama Tuhan. Francois-Marie Voltaire, dalam Dictionnaire Philosophique, menyebut kaum Yahudi sebagai bangsa yang sangat bodoh karena menggabungkan antara kesengsaraan, takhayul dan kebencian terhadap semua negara yang menerima mereka. Baron d’Holbach, salah seorang ateis Eropa, menyebut kaum Yahudi sebagai “musuh umat manusia”. Kant dan Hegel menganggap Yahudi sebagai agama yang bertentangan dengan rasionalitas. Sedangkan Karl Marx, meskipun sebenarnya dia sendiri adalah seorang keturunan Yahudi, berpendapat bahwa kaum Yahudi lah yang bertanggung jawab terhadap kapitalisme yang menjadi biang penyakit ekonomi di dunia.

 

Nah…

Jika kau memang mengagungkan kecerdasan dan kepintaran atas segala nilai-nilai moralitas apapun, sekarang, kau lihatlah…orang-orang pintar yang kusebutkan tadi justru berlogika terbalik dengan logikamu. Apakah kau akan mengingkari sejarah, Luthfie? Lalu bagaimana mungkin kau katakan “kecerdasan itu memancar seperti kecantikan dari  setiap orang-orang Yahudi yang kujumpai” ? Dan omong kosong besar jika kau bilang “patutlah bahwa sebagian peraih nobel dan ilmuwan sosial besar adalah orang-orang Yahudi”,  kau anggap apa pembantaian yang terjadi di Gaza baru-baru ini?  Simon Perez sangat bertanggung jawab atas peristiwa itu! Tank-tank itu tidak berjalan sendiri! Doktrin zionisme yang kau agungkan sebagai pembentuk peradaban  mulia adalah killer machine yang bahkan oleh teman-teman rabbi mu dianggap sebagai sebuah “penyakit” bagi kaum Yahudi.  Jika kau sebut orang-orang Palestina adalah orang-orang tak tahu diri dan angkuh dalam kelemahan” maka orang-orang Palestina dan masyarakat dunia menyebut Israel dengan pembunuh yang  angkuh dalam kedunguannya.

 

Luthfie…

Aku mulai berpikiran buruk tentang siapa dirimu. Kau katakan Saya dengan bebasnya bisa masuk ke sinagog, merayu tuhan di tembok ratapan, aku jadi bingung…apa agamamu sebenarnya? Ataukah kau sedang meramu produk baru agama ala sinkretisme? Padahal, seorang Gus Dur, mentormu yang demikian kau kagumi itu, menganggap sinkretisme (pencampuradukkan ajaran agama) adalah sebuah ajaran yang gombal. Lalu, kau, muridnya…akan melawan pernyataan gurumu sendiri kah? Lagupula Luthife, jika kau anggap “agama memang tidak masuk akal”, lalu untuk apa pula kau masih beragama dan menuliskan “Islam” di kolom KTP mu? Untuk apa pula kau masih menggunakan atribut keagamaan dan masih saja kau sholat Maghrib di Al-Aqsa. Untuk memaki Tuhan yang kau anggap memanja anak bontotnya dengan kebodohan yang tak masuk akal ? Kebodohan yang mana, Luthfie? Kau saja yang tidak sempat membaca, berapa juta ilmuwan di dunia ini yang muslim, karena kau terlalu sibuk mencari aib saudaramu sendiri  umat muslim. Ataukah perempuan muslim yang memutuskan menutup auratnya yang kau sebut bodoh? Atau masayarakat muslim yang menjadikan Al-Quran dan hadist sebagai tuntunan hidupnya yang kau sebut bodoh? Ataukah…seorang muslim yang berusaha menjalankan agamanya secara utuh kau sebut bodoh?  Karena kau terlalu percaya pada media di dunia ini yang kehilangan kenetralannya dan berpihak pada teman-teman Yahudimu itu Orang bodohpun bisa tahu itu, Luthfie. Bagaimana denganmu?

 

Jujur saja aku bingung juga membaca catatanmu. Mengutip kata-kata Abdillah Toha, sebenarnya sangkalan yang kutulis ini bukanlah sesuatu yang baru, tetapi tulisanmu seperti sebuah pertanda bahwa kau menutup mata atas fakta lain diluar apa yang kau tulis. Kau sendiri tahu, gerakan zionis dibentuk untuk tujuan membangun tanah air Yahudi di tanah Palestina. Bukankah cara yang mereka pakai adalah sebuah bentuk penjajahan? Bukankah selama ini kau selalu berteriak bahwa penjajahan dalam bentuk apapun adalah sebuah kejahatan. Lalu mengapa kau puji zionisme adalah sebuah ideologi yang mampu mendidik warga Israel menjadi terpelajar, sedangkan zionesme tak lebih dari doktrin penjajahan? Kau menggunakan standar ganda, bung! Tahukah kau, orang-orang Israel itu dengan slogan “Sebuah negeri tanpa penduduk untuk penduduk tanpa negeri!” sebenarnya sudah mengakui bahwa mereka adalah kaum yang tak memiliki tanah air sampai kapanpun.

 

Luthfie…

Bagian yang paling memuakkan dari tulisanmu adalah “pelacuran agama” yang kau buat di kota tua. Kota Tua adalah wilayah turisme dan bukan sekadar soal agama. Para petinggi Yahudi dan Kristen rupanya menyadari itu, dan karenanya mereka tak keberatan jika semua pengunjung, tanpa kecuali, boleh mendatangi rumah-rumah suci mereka. Tapi para petinggi Islam rupanya tetap saja bebal dan senang dengan rasa superioritas mereka. Kau ini benar-benar aneh! Yang sedang kau bicarakan adalah Al-Aqsa alias Haram Al-Syarif, bukan sekedar wilayah turisme seperti Disneyland. Dimana-mana masjid adalah tempat untuk beribadah, tempat untuk menyembah tuhan, tempat manusia berkomunikasi dengan tuhannya…bukan tempat berekreasi.  Lagipula Luthfie, kau seharusnya berfikir mengapa Al-Aqsa dijaga sedemikian ketat. Tak ingatkah kau, bagaimana teman-teman Israel mu berusaha menghancurkan Al-Aqsa dengan sejuta cara? Karena teman-temanmu itu tahu, bahwa Al-Aqsa bukanlah sekedar masjid tetapi sebuah simbol eksistensi muslim yang di dinding-dindingnya tertulis sejarah umat Muhammad ini. Jika kau memang sempat terbayang Musa, Yesus, Umar, Sholahuddin Al-Ayyubi, Richard the lion heart, the Templer”  kau seharusnya tahu bagaimana pentingnya Al-Aqsa bagi muslim, seperti pentingnya Sinagog bagi kaum Yahudi. Lalu, sekarang, tiba-tiba kau permasalahkan penjagaan ketat yang dilakukan pemerintah Yordania? Buknakah tindakan itu hanyalah reaksi dari tindakan agresif Tel Aviv terhadap simbol umat muslim itu? Ayolah…jika kau mau longok dalam hati kecilmu, kau seharusnya malu berkata demikian, Luthfie.

 

Luthfie…

Membaca catatan perjalananmu, aku hanya berujar dalam hati “Sekarang Luthfie bisa menjual agamanya untuk uang, tunggu saja…akan datang waktunya dia menjual jiwanya…lagi-lagi…untuk kepentingan uang”.

 

 

Karangploso, 13 Februari 2009

46 Tanggapan

  1. Bu Yenni nulis jawabannya sampe bersambung gini euy :) .

    Barusan udah baca artikelnya langsung, ada beberapa poin yang perlu ‘diwaspadai’ dari artikel itu:
    1. Gaya bertutur Lutfie dalam artikelnya yang terkesan ‘polos’ sehingga apa yang ia gambarkan persis seperti ketika anak-anak kecil mengadakan study tour ke sebuah tempat.

    2. Tulisannya yang terkesan ‘polos’ itu pun bisa jadi merupakan ‘sebuah serangan’ dia pada umat Islam keseluruhan. Dengan gayanya yang ‘sangat lugu’ ia ungkapkan tentang semua kelebihan bangsa Israel sehingga mungkin saja harapan dia dengan tutur tulisan yang seperti itu ada orang yang baca dan percaya karena terkesima dengan ‘kejujuran dalam kepolosannya’.

    3. Dan yang terakhir bisa jadi juga tulisan dia itu mencerminkan pelacuran, pembodohan yang ia ungkapkan sendiri dan itu semua ia lakukan tanpa ia sadari.

    Cukup segitu aja ya Bu. Seandainya memang benar tulisan itu adalah buah karya Lutfie, mudah-mudahan Allah memberikan cahaya terang kepada beliau untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang tersingkap dan mana yang tertutup, mana yang terang dan mana yang gelap, mana yang menzhalimi dan mana yang dizhalimi, mana yang berhak dan mana yang tidak.

    Wassalam

    Yenni says:
    Hingga saat ini saya masih meyakini itu tulisan Luthfie…
    Terimakasih karena dah mampir bro…

  2. saya selalu suka menyimak wacana seperti ini, dan apapun itu ada arus positifanya yang bisa di petik

    Yenni says:
    Orang yang bijak adalah orang yang bisa mengambil ibrah apapun di sekitarnya
    Terima kasih sudah mampir :)

  3. tiada kebenaran mutlak selain itu datangnya dari Sang Pencipta… dengan keilmuan yang dimiliki seseorang, terkadang orang buta akan kebenaran hakiki yang datangnya dari Sang Pencipta. semoga kita tidak pernah dibutakan dalam kebenaran, mengabdi kepada Allah Dzat yang Patut untuk dipuji dan diagungkan.

    Yenni says:
    Amiin…
    Syukron sudah mampir :)

  4. kapan ya saya bikin postingan yang serius kayak gini… bakatnya ngocol terusss…. :mrgreen:

    Yenni says:
    wealah Pak ustadz ni….lha saya bilang “kapan ya saya bisa bikin tulisan yang menyejukkan tapi ndagel kaya blognya pak Heri” he he he

  5. mbak saya bukan penular virus hiblogikok …. cuma saya yang mendeklarasikan :mrgreen:

    Yenni says:
    Wakakakaak….
    Iya Pak..ampun Pak Heri…saya ngaku deh..he he…maksudnya saya juga sudah ketularan virusnya dari sang deklarator :mrgreen:

  6. Persoalan si luthfie ini serius. Yang kayak-kayak gini ini hanya bisa terjadi di tengah-tengah masyarakat yang masih terbelakang dan bodoh. jadi saya kira, mbak yenni, ada beberapa persoalan mendasar. pertama, untuk si luthfie dan jaringannya, itu memang harus dilawan karena posisinya memang sudah menjadi lawan. Kita memang harus berdoa mudah2an bagi mereka-mereka itu ada jalan keluar terbaik.

    kedua, masyarakat Islam masih lagi berselimut. Jadi ada persoalan bagaimana cara membangunkannya. yang ketiga, Islam harus bisa menjawab persoalan-persoalan modern dengan cara yang modern pula. aneh rasanya ketika kita melihat ada orang berjilbab yg ikut berkontemplasi bersama Anand krishna. alasannya sungguh membuat kita terpana, dengan yoga yang dilakukannya bersama si Anand dia bisa lebih menyelami dirinya dan mendapatkan kedamaian. Persoalannya, mengapa umat kita ini sampai mau menggunakan Anand padahal kalau hanya untuk itu, Islam sudah punya metode sendiri?

    Kita juga melihat, ketika ada krisis ekonomi, dan ada tawaran dari sistem ekonomi shariah, ternyata justru citra shariah lebih “tradisionalis” daripada lebih modern dan bisa memecahkan masalah. Kita lantas mengatakan, oh itu karena mereka-mereka tak mengerti soal sistem shariah. Itu lucu, mereka wajar tak mengerti, dan kok kita lantas menyalahkan mereka? Saya kira, ini bukan persoalan “kemasan” yang buruk semata, tapi itu juga berangkat dari persoalan pabrik dan produksi yang juga sama buruknya.

    setakat ini, itu dulu. :)

    Yenni says:
    Yup bro…meminjam istilah “berselimut” mu…sama herannya ketika di Jogja ini banyak sekali yang bergelar haji, tetapi setiap malam jumat masih melakukan “lelakon” keliling pojong benteng….atau memasang kemenyan…atau meminta berkah ke kebo bule (kerbau albino) punyanya kraton…atau…memandikan keris dengan upacara yang ampun2. Hal ini juga sebenarnya tak lepas dari peran metode “penyampaian” yang digunakan walisongo yang belum selesai secara tuntas, ketika Islam mulai memasuki pulau Jawa yang beragama Hindu kala itu. Pola ini masih cenderung sama dengan “penyakit” yang menjangkiti kaum muslim di India. Syirik terselubung.

    Nah…para ranah ini, sebenarnya aku memiliki harapan besar pada MUI. Seharusnya MUI bisa menggarap “lahan” yang jelas ini adalah wilayah kerja para ulama. Wilayah dimana para ulama menyadarkan umatnya, bahwa Islam secara utuh telah memberikan solusi atas semua permasalahan hidup hamba NYa. Bahwa jika mereka kembali pada pelaksanaan Islam yang kaffah…maka mereka tak perlu lagi meminta lewat kuburan atau lewat ahli spiritual (seperti Anand Krisna yang sudah menerapkan konsep Sinkretisme…dan Ki Joko Bodo yang sudah jelas-jelas syirik). Masih terlalu banyak lahan yang perlu digarap para kaum berilmu itu…dibandingkan sekedar menjadi “alat” menjelang 2009.

    Tentang ekonomi syariah…he he…meminjam cerita suamiku (dia konsultan keuangan syariah) ketika dia bertemu dengan tim dari MEDCO energy yang meminta bantuan konseling pendirin sebuah lembaga keuangan syariah di Jogja…orang2 nya Arifin Panigoro itu sangat setuju dengan konsep syariah yang ditawarkan suamiku…tetatpi kemudian mereka bilang “Tapi Pak…kalo yang diadaptasi konsepnya saja bagaimana? Jadi…di dalam akta pendirian atau nama lembaganya tidak usah dicantumkan kata “syariah” nya bagaimana?” Ketika diatanya alasannya, mereka menjawab “kalo ada kata syariahnya…kesannya ‘serem banget’ dan tidak marketabel.
    Ha ha ha :mrgreen:

  7. Gggrrrrhhh… :evil: makin diresapi tulisan bunda makin bikin saya tambah gregetan :twisted: . Kok ada ya orang gila kaya dia dah gitu kok ada yg mau bergabung dgn dia dan kelompoknya. Apa mereka memang kumpulan orang gila semua atau memang dibuat gila oleh Allah sbg pelajaran buat kita? Astaghfirullah. Hiiiy… Dasar gila. :oops:

    Yenni says:
    Emang gila bener kok, akh he he he
    Kalo waras kan ngomongnya nggak bakalan kaya gitu….tul gak? :)

  8. salah satu bukti kebodohan luthfie assyaukanie :

    Saya ingin meledak menyaksikan ini karena untuk kesekian kalinya kaum Muslim mempertontonkan kedunguan mereka.

    dia muslim bukan ya ? klo iya , , dungu sekali dia secara tidaK langsung mengejek dirinya sendiri . oh , , beneran ‘muslim’ yang satu ini amat sangat dungu sekali .
    tapi membaca paragraf ini , , saya jadi paham kenapa kq dia bilang seperti itu .

    ingin saya kembali ke tembok ratapan, protes kepada Tuhan, mengapa anak bontotnya begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal.

    orang muslim kq ke tembok ratapan . wajar aja deh . ngaku muslim tapi hatinya YAHUDI . ckckck . semoga ada kesempatan dimana saya bisa mempermalukan dia di muka umum . dan para penganut JIL lainnya .

    Yenni says:
    Itulah yang aku bilang….”orang yang mengaku pintar tapi dia sedungu-dungunya orang”:)

  9. berkunjung lagi :D

    Yenni says:
    Monggo Pak Heri…
    Dengan senang hati menerima tamu seperti Pak HEri :D

  10. Jangan heran jika kaum Yahoo!di itu kaum yang paling pandai, cerdas sedunia spt dlm Alqur-an, namun perilakunya, ucapan, dan arah pikirannya hanya ingin membuat kerusakan di bumi. Makanya Alloh sampai mengabadikan juga dalam Surat Al Fatihah ayat 7 sebagai bangsa yang “dimurkai (magdhub) karena memang mereka suka menyimpang, dibetulin ya nggak mau, maunya sak karepnya sendiri. Na’uudzubillahi mindzaalika. Hati-hati dengan JIL, jg GD. Lam kenal mbak Yeni

    Yenni says:
    Yup betul…..salam kenal juga mas Wandi. Terima kasih sudah mampir:)
    By the way….GD itu apa ya (he he he…jadi malu)

  11. Wah…Ibu Yenni sungguh punya bakat menulis.
    Maju Terus!!! :D

    Yenni says:
    Walah…ini sih memuji atau nyindir :mrgreen:

  12. Hehehe… Muji Bu, saya salut sama pandangan Ibu Yenni yang begitu tajam.
    Keep moving…

    Yenni says:
    Waduh kalo dipuji saya malah bingung , bro :mrgreen:
    Kalo disindir saya malah biasa…wakakakak… :D

    Anyway, thanks. Ini hanya menjadi manifes atas kejengkelan saya pada pola fikir anak2 JIL…..musuh bebuyutan saya sejak saya masih kuliah.

  13. berjung,…merdeka,….merdekaaa,…

    Yenni says:
    Amiin

  14. mantabb bu ulasannya..:)
    jadi makin melek neehh,makasii yaa..:)

    Yenni saya:
    Terima kasih…itu hanay sekedar coretan mbak wiend :)
    Makasih kembali :)

  15. salam kenal, semoga usaha Anda sukses..

    Jika berkenan berkunjung ke blog linus fans.
    Sudah tahu Linus Airways?
    Perusahaan penerbangan baru yang menerbangi beberapa wilayah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

    Saat ini dari Jakarta – Palembang-Batam-Pekanbaru-Batam-Medan.(PP),
    Jakarta-Tanjung Pandan-Jakarta-Pangkalan Bun-Semarang- Pangkalan Bun- Jakarta.
    Untuk info lebih lanjut 021. 6220 3755

    Dalam waktu dekat ini akan membuka Route baru Bandung-Palembang (PP) akan sangat menyenangkan jika Anda mau menyebarkan informasi ini ke segenap rekan Anda.

    Semoga persahabatan kita bisa berlanjut ke dalam bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.
    Sukses selalu buat Anda.

    e-mail: linus.fans@yahoo.com
    htpp://linusfans.wordpress.com
    http://www.linusairways.co.id

    Yenni says:
    Terima kasih atas informasi dan kunjungannya….
    Semoga jalinan kerjasama ini bisa saling menguntungkan :)

  16. Israel tu dipanas2in amrik mnurut saya. .
    Lam knal. .

    Yenni says:
    Lam kenal juga, agel…
    Makasih dah mampir :)

  17. wah mba Yenni ini semakin kreatif dengan tulisannya harus banyak belajar nih biar engga kalah…. hahaha….
    bagus loh mba ulasannya……

    Yenni says:
    Terima kasih mas Han…
    In sekedar tulisan corat coret….banyak yg mengkritik tulisan saya kok… :)

  18. Seandainya mungkin, barangkali counter yang paling memukul adalah dengan tulisan yang berjudul “Menjawab Catatan Lutfie: Perjalanan ke Palestina”. Bagaimanapun Lutfie sedang memaparkan ataupun menyajikan tentang realita di balik fakta tentang Israel (wallahu a’lam kalau dia bohong atau munafik). Kesan dia, dia tuliskan dengan segenap kekaguman. Adakah yang salah dengan itu?Sementara yang Yenni tuliskan di sini masih berkutat kepada argumentasi reaktif dari apa yang dipaparkan Lutfie.

    Bukan saya ingin mengatakan bahwa catatanmu di sini sia-sia, tetapi ada ranah perlawanan logika yang tidak imbang sehingga saya bayangkan Lutfie akan berkata:”Ngomong doang, kamu udah ke sana atau belum? Udah ngalamin pa belum?”

    Jadi akan menarik jika kita memberikan counter wacana dengan fakta-fakta tandingan. Entah itu dari Yenni sendiri, ataupun via kutipan orang lain.

    Yang pasti saya tidak mendukung Lutfie.

    Demikian kritik saya.

    Yenni says:
    Terima kasih atas kunjungan dan kritikannya, mas Feri.
    Mas Feri yang baik, karena mas feri tidak sedang mendukung Luthfie maka saya akan menunggu tulisan mas Feri yang berjudul “Menjawab Catatan Lutfie: Perjalanan ke Palestina, oleh Feriawan A.N”. Karena, tulisan saya tidak bisa saya ganti judulnya dan tulisan ini tetap berjudul “Menjawab Catatan Perjalanan Luthfie ke Israel”. Alsannya: saya sedang berusaha me-counter alur berfikir seorang Luthfie paska kunjungannya ke Israel, bukan ke Palestina:) dan saya yakin, jika Luthfie atau siapapun bersedia berkunjung ke Palestina bukan tulisan propaganda macam tulisan catatan perjalanan seorang Luthfie itu yang akan terpublish…tapi sebuah keprihatinan melihat fakta bahwa perang selalu saja berakhir pada penderitaan.

    Sebuah bentuk kekaguman adalah natural, jika kekaguman itu dilandasi sebuah fakta, realitas dan knowledge. Jika tidak, maka itu hanya akan berakhir sebagai sebuah propaganda. Apalagi jika kekaguman itu ditunggangi oleh sebuah kepentingan. Seperti ketika dalam sebuah kunjungan, saya mengagumi Singapore sebagai sebuah negara kecil tetapi luarbiasa perkembangannya. Negara kecil yang lebih mirip kota, yang demikian bersih dan teratur, dengan etos kerja yang luar biasa. Saya pun sempat membandingkan Singapore – Indonesia dan Kuala Lumpur – Jakarta. Saya kagum dan miris dengan realitas di Indonesia. Namun kekaguman itu tak sempat membuat saya membodoh-bodohkan Indonesia dan semua yang berbau Indonesia. Why? Karena akan sangat picik buat saya jika saya hanya menilai dan membandingkan Sinagpore – Indonesia dan Malaysia – Indonesia saat ini tanpa melihat bagaimana sejarah kedua negara itu terbentuk, kultur, hambatan dan perkembangan. Jika kita analogikan dengan kasus Luthfie, maka Luthfie sangat picik ketika membandingkan kekagumannya terhadap Israel dengan komunitas Arab dan Palestina di sana, sama piciknya ketika Luthfie membandingkan Gaza dengan Tel Aviv, atau Sinagog dengan Al-Aqsa tanpa melihat realitas dan perlakuan yang muncul atas dua komunitas tersebut…konyol banget! Dan saya tak perlu mengulas lagi tentang ini, karena saya sudah paparkan semuanya di tulisan saya bagian 1 dan 2. Coba mas ferri sempatkan membaca lagi tulisan Luthfie, mana yang sebuah informasi dan mana yang sebuah opini kekaguman dan mana yang propaganda. Jika mas Ferri mau jujur dengan nurani tanpa harus berpihak pada sisi manapun, maka mas ferri bisa membedakannya…

    Benar, saya belum pernah ke Tel Aviv…tetapi jika kesempatan itu datang pada saya…saya akan memilih ke Gaza, karena dari sana saya bisa lebih belajar arti penting sebuah kehidupan. Teknologi saat ini sudah membuat dunia ini semakin hari semakin sempit maka sangat picik jika hanya untuk meyakinkan sebuah informasi, maka satu-satunya jalan adalah hanya dengan melihat secara kasat mata . Naif dan bodoh, menurut saya. Bahkan untuk mengetahu dimana posisi Mas Feri sekarang, Pantagon tidak harus nguntit mas Feri kemana-mana, bukan? :D

    Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan…

  19. yup . betul sekali mbak . kekaguman itu ada batasnya .

    saya kagum ama malaysia dan membandingkannya dengan indonesia .
    memang kenyataan yang saya dapat dari perbandingan ini bikin kita kecut . karena dalam beberapa hal malaysia lebih baik daripada indo . tp justru kekurangan yang dimiliki oleh indonesia lah yang membuat saya lebih terpacu . terpacu untuk membuatnya lebih baik .
    sekedar malu sih wajar . yang jadi masalah itu setelah rasa malu kita mau apa ? mau pindah kewarganegaraan ? ato ingin memperbaiki ?
    itu tergantung pilihan kita juga . klo bung luthfie ini keknya lebih memilih pindah kewarganegaraan deh . soalnya dari tulisannya tuh dia bener-bener menerapkan ‘ambil yang baik tinggalkan yang buruk’ .
    dan sayangnya , , Islam di anggep buruk ama nih orang . bener – bener kacau .

    ah iya , , semoga tindakan kita selanjutnya tidak hanya mengutuk ini orang (cz walo di hujat kek gmn juga sepertinya yang nulis kagak ngerasa bersalah) , tp juga jadi pemacu untuk belajar lebih tentang Islam . biar g salah kaprah .

    wallahua’lam

    Yenni says:
    Lagi di Malay ya bro?
    He he…

    Yah…itu dia…belajar dari “sesuatu” kan tidak harus membuat kita menjadi “sesuatu” itu kan…
    Kalo Luthfie….dari JIL sejak ketuanya masih si Ulil, emang gak ada bedanya. Hanya saja, meski kita sudah sama2 tahu tentang siapa dan sepak terjang JIL, memilih diam melihat logika destruktif yang mereka pakai adalah sebuah pilihan bodoh, menurutku. Kalo logika yang mereka bangun sama sekali tidak ada rasionalisasinya lha mengapa kita sibuk untuk mencari jawaban yang penuh rasionalisasi? Kalo logika yang mereka pakai adalah logika propaganda, lalu mengapa kita yang juga ingin meng-counter tulisan mereka dengan logika yang sama dianggap salah? Jika seorangLUthfie dan JIL boleh menggunakan logika berfikir yang tak masuk akal, lalu mengapa orag-orang yang berbicara dengan fakta dan data dianggap “Ngomong doang?”. Kan aneh :)
    Betul kan bro Ahmad?

    Makasih dah mampir di sela2 kesibukanmu berkeliling ya…jangan lupa oleh2nya :mrgreen:

  20. Tulisan yang keren….
    ihh muna bangt tw yang nulis…

    Yenni says:
    Terima kasih mbak Dewi….
    Alhamdulillah masih ada yang bisa melihat masalah ini dengan lebih proporsional :)

  21. maksud ika ketua JIL alias sie luthfi yg muna bunda, logika berfikir mereka ga masuk akal….

    Yenni says:
    He he I know mbak….dont worry :D
    Makasih dah mampir he he he

  22. Saya ingin membuat tulisan itu, tulisan tentang Palestina. Sungguh. Kebetulan saudaraku, Oom Hannibal yang di ANTV kan lagi dari sana. Aku belum ketemu sehingga belum share dan nulis.
    Mengapa palestina? barangkali dari sana, pikir saya, counter terhadap kekaguman lutfie bisa kamu arahkan. Karena dari tulisanmu, yang kamu ulas dari kejelekan Israel ya ujungnya cuma Palestina, Palestina dan Palestina. Ya tanahnya, ya penindasannya, ya penderitaanya, ya sejarahnya. Secara psikologis, okelah, itu bisa membangkitkan ghiroh kita sebagai umat Islam.Tetapi bagaimana mungkin kamu menyalahkan orang yang “memuji indahnya mawar karena mendengar cerita tentang durinya yang mencelakai?”
    Saya tidak mudah menuliskan kisah tentang Palestina karena saya banyak tidak tahu. Begitu banyak informasi yang masuk ke kuping sehingga bingung bagaimana ngomong yang tepat, manfaat tetapi mencerahkan dan tidak seperti orang teriak-teriak di pasar mengatakan pencopet itu jahat ketika dia atau temannya kecopetan, ataupun ada orang yang kagum atas kecerdasan si copet mencuri uang dari kita.
    Saya pernah menanyakan pendapatmu tentang bagaimana sikap Liga atau Negara Arab tentang Israel. Jawabanmu ternyata seperti yang aku duga.
    Teman saya yang dekat dengan Laskar Jihad menjawab lain. Dia melukiskan bahwa bantuan Arab Saudi kepada Palestina sesungguhnya besar, tetapi tidak didukung oleh kebijakan negara, bukan karena negara itu semata dicekoki duit oleh Amerika. Konon beberapa jam setelah invasi itu bantuan finansial dan persenjataan mengalir dari negara-negara Arab. Mengapa tidak dibantu secara diplomatis? Ternyata negara Arab “kapok” membantu negara Islam yang berkonflik seperti di Palestina. Kondisi Palestina sama dengan kondisi Afghanistan ketika perang lawan soviet. Ketika negara arab ngebantu Afghan, ketika Afghan merdeka yang terjadi bukan afghanistan yang baik tetapi justru bertikai. Palestina, ketika dimerdekakan, dalam pandangan negara Arab, potensial konflik.

    Saya punya teman, dosen UIN dari Mesir, namanya Mas Ali. Dia juga cerita banyak tentang Yahudi. Selain itu juga pendiri warnet Galileo, yang orang Irak itu, kami sempat diskusi dikit. Hasilnya..ah…ntar aja deh. Yang pasti peta politik di Palestina bisa jadi sangat menipu.

    Dari Mas Hanibal, setidaknya saya tahu bahwa tangis ibu-ibu di palestina yang kehilangan suami dan anaknya itu nyata. Saya juga tahu anak-anak yatim di sana itu nyata. Saya juga tahu bahwa blokade Israel terhadap jalur masuk ke Gaza itu nyata. Maka doa dan dukungan saya kepada Palestina…itu nyata.

    Maaf, saya kira kamu tahu bahwa teknologi bukan hal yang asing bagi aku. Tetapi semakin aku tahu teknologi, semakin aku tidak meletakkan kepercayaan 100% pada teknologi. Apalagi Teknologi Informasi. Teknologi bukan segalanya. Kita sedang tidak bicara soal keyakinan, tetapi bicara fakta dan realita.

    Saya pikir, sampai di sini kita bisa sejalan: Luthfie juga manusia. Feri juga manusia yang bisa salah. Semoga kita tidak mengeluarkan emosi dan pikiran yang sia-sia cuma karena ngurusi Lutfie, tetapi mengajak teman-teman kita mendukung Palestina dalam arti sesungguhnya. Bukan cuma emosi sesaat, atau malah kebodohan yang tidak berpengetahuan.

    Yenni says:
    Seseorang bisa dikatakan manusia, ketika nilai-nilai kemanusiaan masih melekat dalam diri, jiwa dan pikiran orang tersebut. Dan pada titik ini saya juga tidak perlu menjelaskan nilai-nilai humanis mana yang saya bicarakan, karena komentar njenengan di atas juga menyetujui tentang realitas di Gaza.
    Dan sekali lagi saya tidak sedang berbicara dalam kacamata “Ghiroh keislaman” (jika njenengan memang rodo anti dengan kata itu :) ) atau keyakinan…atau romantisme beragama…ketika saya menyebut Palestina, Gaza atau Israel…tidak. Tetapi saya sedang berbicara dalam point of view kemanusiaan dan keadilan, dan meminjam istilah Anda…”fakta” dan “realita. Mengapa? Saya sedang berusaha dalam memposisikan diri di tempat yang netral dalam memandang masalah ini. Dan kenapa saya gunakan kata Palestina…Palestina…Palestina, seperti yang Anda tulis…ya karena memang saya sedang mencounter tulisan seorang Luthfie yang berbicara tentang Israel dan Palestina. Nanti kalo saya counter dengan judul “Indonesia…Indonesia…Indonesia” bukannya malah lucu tho, kang? :D .

    Lagipula saudaraku, Luthfie tidak sedang “memuji indahnya mawar”, tetapi dia sedang berusaha “menggambarkan indahnya mawar” dengan memaparkan deskripsi bahwa “bunga bangkai itu baunya tak sedap sehingga mengganggu keindahan sang mawar”. Lagi-lagi saya menyarankan kepada njengenangan untuk melihat, mana bentuk pujian dan kekaguman dan mana yang sebuah propaganda.

    Tentang konstalasi dan peta kekuatan di Palestina, saya tunggu tulisan njenengan, Mas. Buat saya, perbedaan cara pandang dalam memandang sebuah fenomena atau objek adalah sebuah kekayaan berfikir buat makanan pikiran saya. Tak masalah untuk saya…karena dari sana sedikit banyak saya justru bisa melihat peta fikir banyak orang dan bagaimana cara pandang orang itu atas sesuatu. Siapapun bisa tertipu dengan biasnya berita tentang Israel dan Palestina…apalagi jika kita berbicara tentang kepentingan di sana. Bisa jadi saya tertipu…bisa jadi Anda yang malah tertipu. Ngomong-ngomong temen njenengan Mas Ali itu, dosen UIN SuKa fak apa ya? Kebetulan sekarang ini saya lagi sering “nongkrong” bareng dosen-dosen UIN, baik di UIN atau di rumah saya….nah siapa tahu saya bisa berkenalan langsung dan berdiskusi dengan teman Anda itu :) Tenang….yang nongkrong bareng saya itu bukan dosen UIN aliran “jenggot panjang” atau “jilbab besar” :D

    Tentang Liga atau Negara Arab…jawaban teman Anda yang dekat dengan Laskar Jihad juga seperti yang sudah saya duga :D
    Semua juga sudah tahu siapa mereka, saudaraku. Nah…kalo sekarang saya tanya balik ke Anda, bagaimana sikap Anda tentang Liga atau negara Arab?
    Anyway…saran saya, sebelum Anda menilai orang lain, apalagi menggunakan opini orang lain, coba deh nilai dulu diri kita bro…

    Hak bagi siapapun untuk berbicara dan beropini. Ketika seorang Luthfie berhak membuat propaganda (maaf, tetapi saya lebih suka menyebut tulisan Luthfi sebagai Propaganda daripada sebuah pengakuan) maka publik berhak untuk merespon propaganda tersebutsebagai feed back lemparan propaganda yang dia lakukan ke ranah publik. Dan saya tidak sedang merasa buang-buang tenaga, karena seperti yang telah saya sebutkan di awal tulisan saya bagian 1, siapapun tidak perlu untuk menguras tenaga untuk sekedar memberikan feed back atas propaganda ini. Dan orang-orang di sekitar saya saat ini pun tahu, bahwa ketika saya membaca dan menuliskan feed back propaganda tersebut atau comment Anda, saya sedang dalam situasi yang sangat santai dan sambil tertawa-tawa dengan tim saya. No emotion there, at all :) Saya yang malah mengira njenengan yang emosi ketika menuliskan comment atas tulisan saya…dan semoga saya salah :mrgreen:

    Buat saya, realitas di Gaza adalah sebuah realitas yang sudah jelas dan tak terbantahkan (bukankah Anda juga mengatakan semua itu nyata?) dan untuk itu menjadi hak untuk saya menuliskan apa yang saya yakini di blog milik saya sendiri…dan tidak ada satu orangpun yang berhak mengatakan sia-sia. Sama halnya saya yang tidak berhak mengatakan bahwa tulisan tentang IT di blog Anda sia-sia :) Tidak ada hal yang sia-sia dari sebuah niatan baik…dan semoga yang Maha Melihat bisa melihat niatan baik yang saya maksud. Sebenarnya tulisan ini saya buat ketika saya mulai merasa khawatir dengan penggerusan aqidah yang terjadi di kalangan pemuda saat ini, lewat gerakan liberalisasi Islam sejak jaman JIL masih dikomandoi Ulil Abshar Abdala. Maka ketika tulisan yang saya buat sambil jalan-jalan in selesai (sebab ngetiknya emang separo-separo…sambil jalan-jalan dan keliling-keliling ngurusi kerjaan), langsung saya berikan ke remaja masjid dan kepemudaan di sekitar rumah saya, sebagai bahan diskusi rutin yang mereka gelar. Sebagai sebuah perimbangan, tulisan ini saya berikan bersama dengan tulisan Luthfie…agar anak-anak muda muslim di sekitar saya bisa mulai belajar menganalisa sebuah permasalahan dari dua sisi. Ketika diskusi itu digelar dan saya melihat sendiri bagaimana anak-anak muda itu beropini….dengan yakin saya bantah kata-kata “sia-sia” milik njenengan :)

    Oia mas Feri, nampaknya njenengan perlu melihat langsung “siapa saya saat ini” :) . Karena membaca pola comment njenengan yang sangat khas, saya yakin kalau njenengan masih memandang saya seperti ketika kita masih di gelanggang mahasiswa atau di Masjid Kampus. Bukankah di awal jumpa kita di dunia maya dulu, saya pernah menyebut bahwa “nampaknya njenengan salah mengidentifikasi kan diri saya sekarang”, berkaitan dengan identitas kekelompokkan :D

    Anyway…
    Jazakallah khoiran katsiir….saudaraku, kutunggu tulisanmu tentang Palestina dan Liga Arab :)

  23. Nuwun sewu. Nulis lagi ya. Mbok dikurangi lah pakai kata picak-picik. Kesannya kok kamu menikmatinya, ya. Apa setiap orang yang berbeda pendapat terus dibilang picik? Picik itu kan artinya berpandangan sempit. Jangan dibiasakan.

    Yenni says:
    Menurut saya, sah2 saja saya menggunakan kata picik disini…sebagai sebuah ungkapan untuk menggambarkan apa yang ada dalam pikiran saya. Sama sahnya ketika saya tidak mengedit kata-kata Anda di blog ini yang muatannya sama saja dengan memaki :) …coba deh…njenengan lihat lagi. Penggunaan kata “bodoh”, “ngomong doang”, “tidak berpengetahuan”,”udik loe”… yang Anda gunakan dalam komentar2 Anda di blog saya (baik wordpress maupun blogspot)…. Malah nampaknya njenengan yang menikmati memaki saya di blog saya deh, mas :) .

    Lagipula saudaraku, ketika seorang Luthfie dan Feriawan boleh menggunakan pilihan kata yang meminjam istilah Anda ” jangan dibiasakan”, mengapa orang lain tidak? :) Saran saya…jangan dibiasakan ya mas memaki orang di blog orang lain…. :mrgreen:
    (Pss….nampaknay njenengan deh yang sedang emosi…hi hi hi)

  24. Oh, iya. Bagaimanapun ini rumahmu dan saya adalah tamu di sini. Maaf kalau banyak kata. Makasih pula atas pelajarannya. Maaf juga kalau kesannya saya emosi. Saya yang salah.

    Yenni says:
    Sama-sama, mas :)

  25. Oh, iya. Tentang mas Ali, saya ga tau persis dia dosen apa, maaf. Dia dulu mensupport kami dengan kaset-kaset, pelajaran dan berbagai software saya dan teman-teman masih aktif di Almanar Digital Journal. Dia punya seorang istri dan tinggal di sebuah perumahan di daerah Turi.
    Tentang “picik”, saya terima pendapatmu. Saya ralat saja saran saya di atas. beserta semuanya yang sekiranya berkesan kita sedang bermain logika dan adu emosi. Semua menjadi bahan bagi saya untuk lebih arif dalam berpendapat dan lebih santun. Makasih atas pelajarannya ya. Saya kira begitulah guna persaudaraan..

    Yenni says:
    Terima kasih mas…
    Sama-sama ya mas udah mampir :)
    Tentang Mas Ali…coba nanti saya tanya-tanya sama temen2, siapa tahu mereka kenal…
    Biar saya juga kebagian ilmunya….
    Makasih.. :)

  26. berkunjung lagi :)

    btw akhir tulisan itu ada karangploso? kota saya bertetangga dengan kota karangploso juga tapi di malang :D

    Yenni says:
    He he…belum ada yang baru disini nih, Pak…
    Sedang “hang” pak :D

    Karangploso….wekekeke…yang itu sih karangploso di Jogja Pak…kejauhan kalo sampai malang :D

  27. mampir mba… makin marak aja pembicaraanya :D

    Yenni says:
    He he…makanya ayo bro, ikut diskusi….

  28. yang penting aku cinta indonesia

    Yenni says:
    He he…sama bro…tapi aku tidak cinta koruptornya :mrgreen:

  29. mbak saya dengar gosip kalo mbak yeni jadi perwakilah HIBLOGIKOH chapter Jogja ya :)

    selamat 3x
    :mrgreen:

    kabur ahhh :D

    Yenni says:
    Wakakakaka….:mrgreen:
    Walah Pak…ini sih gosip baru he he he…
    Wah lha ini kayaknya provokatornya ya Pak Heri deh…. :D

  30. Dari kemarenan pak Her, ngomong HIBLOGIKOH mulu… :roll: Opo tah? :roll: :oops: *binun plus katro*

    Yenni says:
    Wakakak…udah ditengok aja di blognya Pak Her….jawabnya ada disana :mrgreen:

  31. Tulisannya lumayan panjang mbak…..tapi enak juga kalau membuat pembacanya jadi berpikir serius,hehehe:)

    Yenni says:
    He he…nampaknyyang ini belum terlalu panjang deh bro…
    Masih ada yang lebih panjang :mrgreen:
    Anyway…thanks alot ya… :)

  32. saya datang bersilaturrahmi lagi…
    [assalamu'alaikum]

    Yenni says:
    Walalaikumsalam, mas Didien :)

  33. biarin aja orang mau nulis…lha kita aja bebas nulis koq…lagian kan bagus ad yg nulis begituh…ayakan kalo nggak digutak-gutak kan nggak bisa menyaring…huhehehehehh

    Yenni says:
    Lha makanya itu…saya juga bebas nulis feed back nya juga :D

  34. pokoke aku cinta indonesia…kalau jadi presiden…tak tembak yang korupsi..

    Yenni says:
    Wekekek…hebat bro Anto…Anda nyalon aja di pilres…pasti aku milih dirimu deh :D

  35. ikut berkunjung jugaa ya mbak….
    jangan biarkan “JILmania” menghancurkan persatuan umat islam…….!!!

    Yenni says:
    Silahkan mas Andie… :)
    Dengan senang hati menerima kunjungan Anda
    Amiin….mesti berbeda ukhuwah tetap harus dijaga…bukan begitu saudaraku? :)

    Btw…kok nggak ninggalin URL nya bro? Biar saya bisa berkunjung juga ke blog Anda gitu….

  36. Assalãmu`alaykum :)
    teh, udah sebulan nih… Mana yang baru? Sibuk dgn Aisya kah?
    Barakallãhu fïk, ukht…

    Yenni says:
    Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh…
    Iya nih kang….ada sebuah peristiwa yang bikin ane jadi kekurangan ide buat nulis.
    Jadi males nulis kang… :)
    Aiysa….dia anak yang baik….dan dia tak pernah membuat bundanya sibuk dan repot :)

    Pa kabar silmi, kang?
    Semoga sehat ya….

  37. Assalamu’alaikum bunda, :D

    Lon ada yang baru ya??? :roll:

    Atau lagi sibuk ngurusi pemilu??? :roll:

    Hayo! Semangat! Semangat! :twisted:

    Yenni says:
    Walaikumsalam…
    Wekekke…aduuuh atuuut…ada yang bertanduk dua :mrgreen:
    Yang lagi sibuk ngurusin pemilu mah ayahnya Aisya :mrgreen:
    Kalo bunda jadi suporter aja :D
    Ayo bro…ada ide gak buatku? Buntu nih otak…ampe bingung mau nulis apa :(

  38. Alhamdulillãh, Kaffa sehat teh, tuh ada fotonya di sidebar: The Real Silmikaffa… :)
    Mau inspirasi teh ? Jalan-jalan aja di blognya akh Ibn ! Tapi hati2 nyasar :D

    Yenni says:
    He he he…ok deh…ane ke TKP ya
    Syukron :)

  39. Alhamdulillãh, Kaffa sehat teh, tuh ada foto barunya di sidebar: The Real Silmikaffa… :)
    Mau inspirasi teh ? Jalan-jalan aja di blognya akh Ibn ! Tapi hati2 nyasar :D

  40. teh, aku juga ga abis pikir ya, asyaukani dengan JIL nya kok bisa berkoar2 gitu ya, apalagi belakangan juga kerap nongol di tv, mudah mudahan yg kayak gini ini mendapat murka Allah, …

    Yenni says:
    Iya bro andi….dan yang lebih gak habis pikir ketika masih ada juga yang mendukung pola fikir seokar Luthfie dan konco2 JIL nya :D

  41. di masa kapanpun umat hidup pasti akan senatiasa ada pengkhianat atau orang munafik yang di dalam islam dianggap orang yang lebih kuat siksaannya di akhirat daripada kafir..keberadaan mereka yang berpikiran liberal dan mencintai yahudi sebenarnya hanyalah persoalan perut dan pujian yang harus dipenuhi..luthfie bukanlah seorang, gerombolan ini senatiasa ada menunggu hujan (duit) yang akan dikucurkan majikannya apabila berhasil merusak pemahaman kaum muslimin yang kuat seperti sekarang…

    Yenni says:
    Semoga tak banyak dari umat Muhammad yang tersesat oleh ulah segelintir gerombolan JIL

    Anyway, kaifa haluk akh Ferza?
    Blog saya yang di blogspot saya hapus aja…sebab nggak keurus..
    Jadi blog Akh ferza saya link di sini saja ya.. :)

  42. Hehehe…. masih belum punya ide juga bunda?

    Kalau kata iklan, baca SINDO alias SINdirian untuk INDOnesia.

    Dengan latar pendidikan bunda, bunda bisa cerita tentang orang-orang yang layak untuk disindir karena kurangnya kepekaan mereka terhadap keadaan masyarakat luas terkhusus yang kurang mampu.

    Bunda kan kalau nyindir OKE banget. Kaya terhadap Luthfi ini.

    Atau bisa juga mengomentari anggota dewan yang gajinya diatas Rp 40.000.000,- belum termasuk yang lainnya plus gaji ke-13 tapi…. kerjanya cuma MOLOR doang dan MBOLOS.

    Grrrr….. tak injek-injek tuh orang! :twisted: Kalau perlu diulek biar kaya rujak bebek. :evil:

    Yenni says:
    H ehe he….kayaknya bro Ibnu cocok deh bikin sindiran yang lebih pedes dari saya :mrgreen:

    Ide itu sebenarnya banyak sekali bro….tapi lagi-lagi masalah manajemen waktuku yang error… :(
    By the way…kalau ngikut latar belakang pendidikan ane…wah jadi nggak nyambung lho bro…:D
    Lha nanti aku malah bicara tentang angka….tentang statistik dan analisa angka ha ha ha…
    Walah…membosankan :)

    Tapi nampaknya siapapun memang akan geram melihat tingkah orang2 yang bro Ibnu sebut itu…
    Kecuali kalau mata hatinya sudah mati…

    Saluut untuk mu bro.. :)

  43. Setiap abis baca artikel baik yang pro mau pun kontra saya ambil positifnya aja. Tapi saya bener geram liat kelakuan israel kemaren, biadab.

    Yenni says:
    Sepakat…

  44. wao,…..

    Yenni says:
    He he…singkat padat dan jelas :D

  45. ALLAHU YUBARIK FIH YA MBA YENI..BI HAQI MUHAMMAD WA AALIH

    Yenni says:
    Amiin…
    Syukron…bro Ali

  46. Salut buat komentar mbak!Apa gak seharusnya orang2 semacam Lutfie dan pentolan2 JIL lainnya yang berani mempermainkan akidah masuk ke Daftar Hitam Orang2 Yang Halal Darahnya kaum muslimin seluruh dunia seperti yang pernah terjadi kpd Salman Rushdie? Karena penistaan yang mereka lakukan adalah terhadap Islam yang menjadi agama 1 milyar penduduk bumi bukan cm terhadap kaum muslim di Indonesia saja.

    Yenni says:
    Terimakasih atas feed back nya…
    Tentang pentingnya memerangi perusakan aqidah yang dilakukan JIL…adalah sebuah keharusan bagi umat muslim untuk menjaga kualitas aqidah umat. Tetapi tidak dengan kekerasan. Yang perlu diperangi adalah pola fikirnya…bukan fisiknya. Jujur…sama termasuk orang yang sangat anti JIL…tapi hingga kini saya tidak terfikirkan untuk melakukan penghalalan darah dalam bentuk apapun.

    Anyway…jangan sungkan untuk terus mampir ya bro Zaki
    Syukron

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.