Dagelan

PERGI KEMANA?

Suatu hari seorang istri mengeluh pada suaminya tentang penyakitnya. Kata sang istri kepalanya sering pusing, dadanya berdebar-debar dan sering merasa mual. Si suami membawanya ke dokter spesialis penyakit dalam.
Si suami menunggu di luar ketika istrinya diperiksa dokter di dalam. Tak lama kemudian si istri keluar dari ruang periksa. Cemas si suami bertanya pada istrinya, “Kata dokter sakit apa, Ma?”
Istri, “Dokter bilang Mama nggak ada penyakit apa-apa. Cuma sedikit stres aja. Dia menyarankan kita pergi liburan dulu supaya bisa rileks, seperti ke Bangkok, Singapura, Malaysia, gitu lho, Pa.”
Si suami terdiam, agaknya mencerna dan berpikir.
Sambung si istri, “Jadi, pergi kemana kita ya, Pa?”
Si suami terdiam sejenak, kemudian berkata, “Pergi… pergi ke dokter lain aja ya, Ma…”

(Disadur dari: http://lucugratis.blogspot.com )

7 Tanggapan

  1. KISAH MARTABAK SPECIAL

    Di sebuah komplek perumahan PNS tinggallah empat orang
    anak, sebut saja namanya Lalas Simalas, Eep Episien, Ran
    Aturan, dan Aam Amtenar.

    Suatu hari, Ibu-ibu mereka sepakat untuk makan martabak.
    Karena itu setiap ibu menyuruh anaknya beli martabak dan
    membekali mereka masing-masing dengan uang Rp. 50.000,-.

    Lalas dari awal sebenarnya tidak begitu selera dengan
    martabak. Dia lebih suka KFC atau McDi. Tapi karena
    didesak-desak ibunya, ketika sudah cukup malam akhirnya
    dia keluar juga, namun sayangnya semua penjual martabak
    sudah kehabisan. Akhirnya dia pulang dan mengembalikan
    uang Rp. 45.000. Dia hanya pakai Rp. 5000 untuk sekali
    naik ojeg pp.

    Eep sudah tahu martabak special yang sangat enak di warung
    dekat pasar. Harganya Rp. 25.000. Ongkos ojeg ke sana
    pulang pergi Rp. 5000,- Eep memutuskan naik sepeda, beli
    martabak special, kemudian menyerahkan martabak special
    itu ke ibunya beserta uang kembalian Rp. 25.000,-

    Ran Aturan tahu martabak special harganya cuma Rp. 25.000.
    Tapi daripada uangnya sisa banyak, dia gunakan sekalian
    untuk beli bakso dan es campur kesukaannya di warung
    sebelah martabak, sambil nunggu martabaknya jadi. Dia
    hanya minta agar bonnya disatukan dengan martabaknya.
    Pulang ke ibunya, dia serahkan martabak special dan uang
    kembalian Rp. 5000,- Katanya harga martabaknya Rp.
    40.000. Kemudian di dapur dia berbagi bakso + es
    campurnya dengan adiknya.

    Aam sebenarnya juga sudah tahu warung martabak special
    itu. Namun dia perlu pergi beberapa kali. Yang pertama
    katanya buat survei untuk membandingkan berbagai jenis
    martabak yang ada di pasar. Pulang laporan dulu. Lalu
    pergi lagi untuk memastikan spesifikasi dan harganya.
    Pulang laporan lagi. Baru ketiga kalinya dia pergi untuk
    membeli martabak itu. Kali ini ia minta ditemani adiknya.
    Dia bagian beli, adiknya bagian yang membawa.
    Masing-masing sewa ojeg sendiri. Total dia perlu sewa
    ojeg empat kali pp. Ketika dia pulang ke ibunya, dia
    hanya menyerahkan martabak biasa yang Rp. 10.000-an.
    Tidak ada uang kembalian karena tiap kali naik ojeg
    katanya habis Rp. 10.000.

    Keempat anak itu tidak tahu, kalau ibu-ibu mereka sering
    ketemu dalam arisan. Jadi ibu-ibu itu tahu berapa harga
    martabak special atau tarif ojeg yang riel. Apa komentar
    ibu-ibu mereka?

    Ibunya Lalas (bernada kesal): Anakku ini jika sudah punya
    prinsip, susah. Bakatnya jadi demonstran.

    Ibunya Eep: Anakku gak bakat jadi birokrat, jadi PNS-pun
    sepertinya susah. Ntah mau jadi apa dia ?

    Ibunya Ran: Anakku berbakat jadi birokrat. Dapat meraih
    target dan masih untung lagi.

    Ibunya Aam: Oh Anakku lebih berbakat jadi birokrat. Daya
    serap anggarannya 100%!

    Tiga puluh tahun kemudian:

    Menteri Keuangan mengeluhkan daya serap APBN Kabupaten Anu
    yang bupatinya adalah Lalas. Sudah November, ada proyek
    infrastruktur di sana yang belum juga dimulai. Konon
    karena kemauan bupati yang aktivis suatu parpol ini
    berseberangan dengan DPRD yang didominasi parpol lain.

    Eep jadi pengusaha sukses. Dia sempat menjadi salah satu
    pembayar pajak terbesar. Meskipun krisis ekonomi melanda,
    perusahaan Eep tetap bertahan karena efisien. Ketika ada
    Pilkada, Eep diminta maju oleh banyak orang sebagai calon
    independen, dan terpilih. Akhirnya Eep dikenal orang
    sebagai Bupati yang gigih melakukan reformasi birokrasi.
    Pemerintahannya bergaya enterpreneur, pelayanannya prima
    dan index pembangunan manusia di daerahnya meningkat
    pesat.

    Ran juga menjadi bupati di suatu daerah, tetapi sepertinya
    index pembangunan manusia selama pemerintahannya masih
    seperti tiga puluh tahun yang lalu. Yang berubah cuma
    rumah Ran yang kini tampak megah, mobilnya yang mewah dan
    dan anak-anaknya yang bisa kuliah di Luar Negeri.

    Aam jadi bupati juga, setelah sebelumnya lama jadi
    birokrat. Tetapi kemudian ia berurusan dengan KPK, karena
    selama jadi birokrat biasa memarkup anggaran, seakan-akan
    seisi dunia tutup mata.

    (diambil dari: milis adaf@yahhogroups.com)

    Yenni says:
    Ha ha ha ha
    Bener mas…lucu tenan!
    Sumpah…
    Ini baru asli dagelan :)
    Eh dagelan…atau realitas ya? :)
    Xixixixi

    Matur Thank you atas dagelan nya mas :)

  2. hihihihiihi….penyakit y9 aneh yaa..
    kLu 9ituh seeh ju9a malah tambah riweh suamina..:)

    Yenni says:
    Betuul mbak..
    Wakakaka…

  3. Ikutan juga ahh…
    Hahaha…Hwahaha…

    Yenni says:
    Hush…jangan gede2 ngakaknya bro…
    Ntar kemasukan lalet lho
    xixixixi

  4. ikut ketawa juga…. :mrgreen:

    Yenni says:
    He he
    hati-hati…jangan lebar2…ntar lalet nya masuk :D

  5. kisah percakapan sidul dan tono :

    sidul : ton, gmn caranya masukin gajah kedalam kulkas?
    tono : mana bisa, lah wong gajah ama kulkas gedean gajahnya??!!!!!!
    sidul : salah lo, gampang aja, kulkas tinggal dibuka terus masukan tuh gajah!!! beres kan??
    tono : iya yah…. :D
    sidul : lagi nih… gmn caranya masukan kambing kedalam kulkas??
    tono : (dengan mantabnya dia menjawab) wah itu sih gampang, kulkas tinggal dibuka lalu masukan tu kambing…. :-p
    sidul : salaaah… yang bener, gajah dikeluarin dari kulkas, baru kambing dimasukan :D
    ini yang terakhir nih… seumpama raja hutan ngadain reuni, ada satu binatang yang absen, kira2 sapa hayu?
    tono : mmm…. sapa ya? kalo raja hutan yang ngundang, pasti dateng smua kali?
    sidul : ya enggak, ada satu yang ga’ dateng, yaitu si kambing, kan masih dalam kulkas…. :-p
    tono :%&^%%@*??!!*&#(?!!!!

    Yenni says:
    Wakakakk… :D
    Sumpah aku bener2 ketawa

  6. suka dagelan juag ya… saya banyak mp3 kartolo kalo mau :mrgreen:

    Yenni says:
    Wakakakak…. mau, Pak!
    He he…makanya saya mau belajar dari ahlinya soal dagelan gini :D

  7. saya bikin serial Humor orang Madura

    ini salah satunya

    http://hmcahyo.wordpress.com/2009/05/07/hom-8-kurban-sapi/

    Yenni says:
    He he makasih pak heri…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.